Rabu, 04 Februari 2015

Hari Jadi Ketapang,

Kota Ketapang memiliki hari jadi  setelah ditetapkannya Perda Hari Jadi Ketapang secara bersama oleh DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Bupati) Ketapang dalam rapat Paripurna DPRD Ketapang tanggal 30 Oktober 2012. Hari jadi ini memiliki makna yang dalam, baik dikaji tentang sejarah maupun motivasi bagi warganya untuk berpartisipasi secara  positip untuk membangun disegala bidang. Mantan  Ketua DPRD Ketapang Ir Gusti Kamboja yang begitu gigih menggali hari jadi ketapang meggatakan  Penetapan Hari Jadi Ketapang tidak hanya melahirkan kepastian sejarah lokal (local historical necessity) tetapi juga soal kewajaran sejarah (historical fairness) dan lebih dari itu memunculkan semacam kepercayaan diri masyarakat Ketapang dengan identitas lokalnya. Peristiwa ini cukup fenomenal, mengingat proses pencarian identitas ini sudah merentang cukup lama baik dalam kajian keilmuan dan pemerintahan.penetapan tanggal dan bulannya didasarkan pada peristiwa pemindahan pusat kerajaan Matan-Tanjungpura ke Mulia Kerta pada tanggal 11 Maret 1876. Jadi dengan menggabungkan dua fakta sejarah lokal tersebut hari jadi Ketapang ditetapkan pada tanggal 11 Maret 1418 M. Dengan demikian hanya peristiwa sejarah pemindahan pusat kerajaan dari Muara Kayong ke Mulia Kerta dan prasasti Makam Keramat Sembilan memiliki kepastian sejarah lokal  (local historical necessity) sosial Ketapang dan kewajaran sejarah (historical fairness) dalam pendirian pemukiman, tatanan sosial dan budaya yang tertua di Kalimantan Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar