Rabu, 25 Maret 2015 17:37 WIB
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ketapang, Yudo Sudarto.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,KETAPANG - Batu Kecubung
Ketapang khususnya asal Kecamatan Manis Mata sudah dikenal di manca
Negara sejak puluhan tahun silam. Ini diungkapkan Mantan Kepala Dinas
Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ketapang, Yudo Sudarto.
Menurutnya bukti nyata adalah keberadaan Batu Kecubung asal Manis
Mata di Museum Purnayudha Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Batu tersebut adalah hadiah atau pemberian warga Manis Mata kepada
Presiden Soeharto.
Kemudian Presiden Soeharto memberikannya kepada museum tersebut. “Saya pernah ke Museum Purnayudha pada 1980 dan melihat batu kecubung ada tulisan asal Manis Mata Ketapang,” kata Yudo kepada wartawan di Ketapang, Rabu (25/3/2015).
Ia mengungkapkan Batu Kecubung tersebut sebesar baskom. Warnanya ungu dan ada gambar seperti sisik ular phyton. “Ternyata pemberian dari warga itu bukan untuk pribadi pak Soeharto. Tapi untuk masyarakat, buktinya disimpan di Musim Purnayuhda," ucapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Batu Kecubung Ketapang sudah lama terkenal. Masyarakat Manis Mata menurutnya sudah lama dikenal sebagai daerah penghasil batu mulia yaitu Kecubung. “Saat saya kecil juga batu kecubung sudah terkenal,” tuturnya.
Kemudian Presiden Soeharto memberikannya kepada museum tersebut. “Saya pernah ke Museum Purnayudha pada 1980 dan melihat batu kecubung ada tulisan asal Manis Mata Ketapang,” kata Yudo kepada wartawan di Ketapang, Rabu (25/3/2015).
Ia mengungkapkan Batu Kecubung tersebut sebesar baskom. Warnanya ungu dan ada gambar seperti sisik ular phyton. “Ternyata pemberian dari warga itu bukan untuk pribadi pak Soeharto. Tapi untuk masyarakat, buktinya disimpan di Musim Purnayuhda," ucapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Batu Kecubung Ketapang sudah lama terkenal. Masyarakat Manis Mata menurutnya sudah lama dikenal sebagai daerah penghasil batu mulia yaitu Kecubung. “Saat saya kecil juga batu kecubung sudah terkenal,” tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar