Tatung merupakan salah satu tokoh yang penomenal dalam perayaan terakhir
dari tahun baru imlek, yaitu prosesi Cap Go Me.Tatung ini dikenal juga
dengan lauya, karena umumnya yang menjadi tatung adalah para lauya atau
dukun yang mampu mengobati warga dengan ilmu saktinya. Dalam hakka
adalah orang yang dirasuki roh para
dewa atau leluhur. Dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat
komunikasi atau perantara antara roh leluhur atau dewa tersebut. Dengan
menggunakan Mantra tertentu roh dewa dipanggil ke altar kemudian akan
memasuki raga orang tersebut.Karena itu tatung saat bersaksi kebal
terhadap senjata tajam, mulutnnya ditusuk kawat dll. Para Dewa atau roh
leluhur biasa dipanggil dengan kepentingan
tertentu, misalnya untuk melakukan kegiatan pengobatan atau meminta
nasihat yang dipandang perlu dan yang sering dilakukan yaitu saat
upacara perayaan cap go me. Kebanyakan para roh dewa dipanggil untuk
kegiatan yang berhubungan kepercayaan Taoisme, antara lain pengobatan,
pengusiran roh jahat, pembuatan Hu ,dan lain-lain. Setelah kegiatan yang
dilakukan selesai, roh akan meninggalkan tubuh orang tersebut. Di Cina,
tradisi tatung sudah punah, sementara daerah-daerah di Indonesia yang
masih memiliki tradisi ini adalah di Kalimantan dan Belitung . Para
tatung ini tampil pada saat upacara cap gome. Di Singkawang misalnya
ratusan tatung di arak dario halaman kelenteng untuk ikut pawai di
keliling kota. Beberapa kabupaten Seperti Ketapang, juga mulai ikut
diramaikan keberadaan tatung ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar