Jumat, 06 Maret 2015

Tokoh Tatung, Pada Ritual " Cap Go Me" Tradisi Kuno di Cina

Tatung merupakan salah satu tokoh yang penomenal dalam perayaan terakhir dari tahun baru imlek, yaitu prosesi Cap Go Me.Tatung ini dikenal juga dengan lauya, karena umumnya yang menjadi tatung adalah para lauya atau dukun yang mampu mengobati warga dengan ilmu saktinya.  Dalam hakka adalah orang yang dirasuki roh para dewa atau leluhur. Dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara antara roh leluhur atau dewa tersebut. Dengan menggunakan Mantra  tertentu roh dewa dipanggil ke altar kemudian akan memasuki raga orang tersebut.Karena itu tatung saat bersaksi kebal terhadap senjata tajam, mulutnnya ditusuk kawat dll. Para Dewa atau roh leluhur biasa dipanggil dengan kepentingan tertentu, misalnya untuk melakukan kegiatan pengobatan atau meminta nasihat yang dipandang perlu dan yang sering dilakukan yaitu saat upacara perayaan cap go me. Kebanyakan para roh dewa dipanggil untuk kegiatan yang berhubungan kepercayaan Taoisme, antara lain pengobatan, pengusiran roh jahat, pembuatan Hu ,dan lain-lain. Setelah kegiatan yang dilakukan selesai, roh akan meninggalkan tubuh orang tersebut. Di Cina, tradisi tatung sudah punah, sementara daerah-daerah di Indonesia yang masih memiliki tradisi ini adalah di Kalimantan dan Belitung . Para tatung ini tampil pada saat upacara cap gome. Di Singkawang misalnya ratusan tatung di arak dario halaman kelenteng untuk ikut pawai di keliling kota. Beberapa kabupaten Seperti Ketapang, juga mulai ikut diramaikan keberadaan tatung ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar