TEMPO.CO, Serang: Bagi penggemar buah durian, durian dianggap merupakan
rajanya buah, karena rasanya yang legit dan nikmat. Biasanya bagi
sebagian besar penggemar buah durian mereka membuang biji durian setelah
menyantap habis isi daging buah durian yang lezat.
Namun tidak bagi seorang warga di Desa Panyirapan, Kecamatan Baros,
Kabupaten Serang bernama Anda Suhanda. Berkat kreativitasnya biji
durian yang keras disulap menjadi panganan khas yang lezat yakni keripik
durian khas Banten.
Butuh waktu satu tahun bagi Anda Suhanda untuk menemukan ide menyulap biji durian menjadi panganan khas keripik durian.
Meski terlihat mudah, proses untuk mengolah biji durian menjadi panganan keripik membutuhkan waktu lama.
Proses pertama yakni mengupas kulit biji durian dan kemudian dikeringkan
dibawah terik matahari untuk menghilangkan getah dari biji durian.
Biji durian yang sudah dipotong tipis-tipis dan benar-benar kering,
kemudian digiling untuk dijadikan tepung adonan yang nantinya dicampur
dengan berbagai macam bumbu.
Tepung adonan berbahan dasar biji durian ini setelah dicampur dengan
beragam macam bumbu, kemudian dipadatkan dengan air membentuk bidang
silinder dan setalah itu dipotong kecil–kecil kemudian digoreng.
Keripik berbahan dasar biji durian buatan Anda Suhanda ini selain
memiliki rasa yang lezat dan gurih, keripik durian juga memiliki
kandungan gizi yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Untuk satu bungkus keripik biji durian biasa dijual dengan harga dua
puluh ribu rupiah. Untuk masalah pemasaran, Anda biasa menitipkan
keripik biji durian buatanya itu di kedai Durian Jatuhan yang berada di
Kecamatan Baros.
Keripik biji durian buatan Anda Suhanda ini banyak disukai oleh
masyarakat untuk sekadar cemilan dan dijadikan oleh-oleh khas Banten
untuk sanak saudara.
Jurnalis Video: Darma Wijaya (Serang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar