Kalangan etnis Tionghoa di Ketapang sudah begitu maju pada
tempo dulu. Karena itu di Jalan Merdeka
Ketapang, (sekarang eks Pasar Melati)
pernah ada sekolah Tionghoa yang bernama Chung Hwa Ching Hui. Seingat saya pada tahun 1968 ketika saya
masih kelas IV SD, saya pernah
berkunjung ke Sokolah ini . Tapi sudah bubar, yang ada hanya SD V , tetapi
masih ada tulisan cukup besar Chung Hwa Ching Hui . Kata Yudo sudarto Msi Mantan
Kadis Budparpora Ketapang kemarin di
rumahnya . Menurutnya beberapa literature menjelaskan bahwa yang benar mungkin Chung Hwa Hui. Yaitu sebuah perkumpulan pendidikan zaman Hindia Belanda. Setelah bubar, sekolah Tionghoa ini juga dimanfaatkan untuk SD V dan sekolah Guru yang bernama KPG atau sejenis
guru bantu yang kalau praktek para calon gurunya di sekolah sasaya SD III jalan
Sudiono . Gurunya ada orang Belanda yang kalau ngajar sopan sekali dan lues
papar mantan birokrat ini. Di tempat ini juga merupakan Tempat Radio Daerah
Ketapang pertama Berdiri. Beberapa tehnisi yang saya ingat Bapak Akok Yasa
Negeri, Residen B. Opereter termasuk penyiar, Kamarduin Bakri dan masih banyak
lagi. Konon sekolah ini tak hanya ada di Ketapang Di Kota kota di Jawa juga
memiliki sekolah Chung Hwa Hui ini. Pada masa penjajahan Belanda Chung Hwa Hui
adalah bentuk Nasionalisme etnis Tionghoa yang berorientasi pada Hindia
Belanda. Namnya berasal dari organisasi politik Chung Hwa Hui (CHH) yang
didirikan pada tahun 1928. Gerakan ini mendapatkan dukungan dari kalangan
intelektual peranakan. Kelompok ini menganjurkan menerima kekawulaan Belanda
dan aktif berpartisipasi dalam lembaga-lembaga politik lokal termasuk dalam
Volksraad (Dewan Rakyat). Dan ternayata cukup berkembang layaknya taman Siawa,
karena itu tak Hanya di Ketapang. Tetapi
beberap daerah di Jawa juga terdepat sekolah sejenis. Dengan pendidikan khusus
ini warga Cina berharap sejajar dengan warga Belanda dan warga Pribumi.
Runtuhnya sekolah ini diperkirakan pada tahun 1967 dimana pemerintah melarang
sekolah yang berbau etnis dan berharap bergabung dengan sekolah nasional lain .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar