Pelabuhan Suka bangun merupakan salah satu pelabuhan tertua yang ada
di Kabupaten Ketapang bahkan di Kalbar. Dulunya namanya adalah
“Kandang kerbau” sekarang terletak di desa Sukabangun Kec. Delta
pawan,kira kira 5 KM dari kota Ketapang. Nama ini melekat dengan nama
desa Kandang kerbau yang kemudian di rubah menjadi desa Sukabangun .
Pelabuhan kandang Kerbau sejatinya sudah ada sejak abad ke abad ke 12
bahkan lebih tua , sejak hadirnya cikal bakal kerajaan Tanjung pura
di Benua lama . Muara Sungai pawan, tempat pintu gerbang saat
kerajaan Tanjung pura beribukota di Sandai, Tanah Merah, Tanjung Pura,
Muliakarta dan Benua Lama sendiri . Pusat pusat kerajaan Tanjungpura
selain Sukadana dan Matan , bermuarakan Kandang Kerbau sebagai pintu
masuk
Sejak Kerajaan Tanjung Pura dikenal, sungai pawan dan Kuala
Kandang Kerbau merupakan munemen alam yang tak bisa dirubah. Saksi
keberadaan hubungan antar pulau dan antar negara melalui sungai ini.
Kemudian sampailah Pelabuhan Kandang kerbau ini berhasil berkembang
menjadi salah satu pelabuhan penting yang ada di pulau Kalimantan dan
Ketapang pada Khususnya.
Selain pedagang-pedagang dari berbagai
daerah di Nusantara yang melakukan kegiatan perdagangan di pelabuhan
ini,tak jarang pedagang – pedagang asing dari negeri luar seperti
Tiongkok,Arab,India, Belanda, Temasek (Singapura atau kota Laut) .
Sementara untuk wilayah nusantara pedagang dari Madura, Jawa, Bugis
sudah lama singgah di Kandang kerbau sebagai pintuk Masuk. Legenda putri
junjung buih juga mengisahkan bagaimana Putra Kerajaan Jawa bernama
Prabu Jaya yang berlayar menyusuri sungai Pawan dan sungai Sentap
melalui muara Kandang Kerbau. Bukti lain dengan adanya peninggalan
pemukiman kuno di Ketapang Kecil, Tanjung bawang, Tanjung Kaeli,
Sukabaru, Sungai Sentap, Tembilok, kampung Tengah dan kampung Kaum
bermuarakan pada pelabuhan Kandang Kerbau Tempo dulu.
Kanon Kandang
kerbau sendiri berasal dari nama tempat para raja untuk memelihara
kerbau/ Walaupun tidak didugung dengan fakta yang akurat, karena
keberadaan hewan kebau di ketapang pada era sebelum tahun empat puluhan
tidak begitu pesar. Hewan kebau berkembang sejak pembangunan paltia I
yang dikembangkan oleh Kantor Peternakan, pada masa itu. Pada tahun
tujuh puluhan (1970) desa Kandang Kebau berganti nama dengan nama
Sukabangun. Sejak itu nama Pelabuhan juga berganti nama dengan nama
Sukabangun. Lokasi Pelababuhan memang bergeser agak ke dalam sungai,
karena mencari tempat yang dalam.
Pendangkalan air di daerah sekitar
pelabuhan menyulitkan kapal dari tengah laut yang hendak berlabuh,
karena itu pelabuhan ini tak begitu berkembang mesti sudah lama
difungsikan. Perdagangan antar pulau hanya sebatas Jawa dan pulau pulau
terdekat seperti Belitung . Kemampuan pelabuhan di Kalimantan memang
hanya mampu dimasuki kapal kapal kecil akibat pendangkalan muara. Dulu
hasil bumi berupa kayu, kopra dan karet menjadi mata dagangan penting
bagi pedagang. Sekarang hampir tak ada hasil bumi yang dapat didagangkan
ke luar pulau, kecuali kernel sawit dan besi rongsokan. Ini menjadi
salah satu fakttor kurang berkembangnnya pelabuhan Sukabangun
( Yudo Sudarto, SP. M,Si Mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga kab Ketapang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar