Selasa, 14 Juli 2015

Kandang Kerbau Riwayatmu Dulu

Pelabuhan Suka bangun merupakan salah satu pelabuhan tertua yang ada di Kabupaten Ketapang bahkan di Kalbar. Dulunya namanya adalah “Kandang kerbau” sekarang terletak di desa Sukabangun Kec. Delta pawan,kira kira 5 KM dari kota Ketapang. Nama ini melekat dengan nama desa Kandang kerbau yang kemudian di rubah menjadi desa Sukabangun .
Pelabuhan kandang Kerbau sejatinya sudah ada sejak abad ke abad ke 12 bahkan lebih tua , sejak hadirnya cikal bakal kerajaan Tanjung pura di Benua lama . Muara Sungai pawan, tempat pintu gerbang saat kerajaan Tanjung pura beribukota di Sandai, Tanah Merah, Tanjung Pura, Muliakarta dan Benua Lama sendiri . Pusat pusat kerajaan Tanjungpura selain Sukadana dan Matan , bermuarakan Kandang Kerbau sebagai pintu masuk
Sejak Kerajaan Tanjung Pura dikenal, sungai pawan dan Kuala Kandang Kerbau merupakan munemen alam yang tak bisa dirubah. Saksi keberadaan hubungan antar pulau dan antar negara melalui sungai ini. Kemudian sampailah Pelabuhan Kandang kerbau ini berhasil berkembang menjadi salah satu pelabuhan penting yang ada di pulau Kalimantan dan Ketapang pada Khususnya.
Selain pedagang-pedagang dari berbagai daerah di Nusantara yang melakukan kegiatan perdagangan di pelabuhan ini,tak jarang pedagang – pedagang asing dari negeri luar seperti Tiongkok,Arab,India, Belanda, Temasek (Singapura atau kota Laut) . Sementara untuk wilayah nusantara pedagang dari Madura, Jawa, Bugis sudah lama singgah di Kandang kerbau sebagai pintuk Masuk. Legenda putri junjung buih juga mengisahkan bagaimana Putra Kerajaan Jawa bernama Prabu Jaya yang berlayar menyusuri sungai Pawan dan sungai Sentap melalui muara Kandang Kerbau. Bukti lain dengan adanya peninggalan pemukiman kuno di Ketapang Kecil, Tanjung bawang, Tanjung Kaeli, Sukabaru, Sungai Sentap, Tembilok, kampung Tengah dan kampung Kaum bermuarakan pada pelabuhan Kandang Kerbau Tempo dulu.
Kanon Kandang kerbau sendiri berasal dari nama tempat para raja untuk memelihara kerbau/ Walaupun tidak didugung dengan fakta yang akurat, karena keberadaan hewan kebau di ketapang pada era sebelum tahun empat puluhan tidak begitu pesar. Hewan kebau berkembang sejak pembangunan paltia I yang dikembangkan oleh Kantor Peternakan, pada masa itu. Pada tahun tujuh puluhan (1970) desa Kandang Kebau berganti nama dengan nama Sukabangun. Sejak itu nama Pelabuhan juga berganti nama dengan nama Sukabangun. Lokasi Pelababuhan memang bergeser agak ke dalam sungai, karena mencari tempat yang dalam.
Pendangkalan air di daerah sekitar pelabuhan menyulitkan kapal dari tengah laut yang hendak berlabuh, karena itu pelabuhan ini tak begitu berkembang mesti sudah lama difungsikan. Perdagangan antar pulau hanya sebatas Jawa dan pulau pulau terdekat seperti Belitung . Kemampuan pelabuhan di Kalimantan memang hanya mampu dimasuki kapal kapal kecil akibat pendangkalan muara. Dulu hasil bumi berupa kayu, kopra dan karet menjadi mata dagangan penting bagi pedagang. Sekarang hampir tak ada hasil bumi yang dapat didagangkan ke luar pulau, kecuali kernel sawit dan besi rongsokan. Ini menjadi salah satu fakttor kurang berkembangnnya pelabuhan Sukabangun
( Yudo Sudarto, SP. M,Si Mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga kab Ketapang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar